Prinsip Dasar Pemilihan Ikan Koi

Setelah kita mengetahui bahwa seleksi ikan koi di Jepang yang begitu ketat dan menghasilkan ikan koi yang baik secara kualitas pasti kita akan bertanya, bagaimana dengan di Indonesia. Di Indonesia sendiri proses seleksi ikan koi belum seketat dengan di Jepang dikarenakan proses tersebut sangat memakan waktu dan biaya walaupun menghasilkan kualitas ikan koi yang sangat baik. Untuk di Indonesia sendiri seleksi ikan koi lebih didasarkan oleh pemilihan ikan yang tepat, tanpa melalui proses yang begitu ketat seperti di Jepang.

Ikan Koi

Anakan Ikan Koi Siap Dipilih

Seekor ikan koi yang bagus dinilai berdasarkan keindahan secara keseluruhan, bukan hanya berdasarkan positif dan negatif poin beberapa hal saja. Secara umum (biasanya), pemilihan ikan koi didasarkan pada hal hal berikut :

  1. Tentu saja ikan koi yang bagus mempunyai organ tubuh yang lengkap dan tidak cacat ( misalnya sirip dada besar sebelah atau bentuk kepala tidak simetris).
  2. Ikan harus sehat dan tidah memperlihatkan tanda-tanda penyakit. Dalam hal ini kita harus membedakan antara penyakit atau bukan, misalnya ikan koi dengan sirip dada yang robek masih dikategorikan sehat, karena sirip yang robek bisa terjadi kapan saja dan itu bisa pulih seperti sediakala dalam waktu yang singkat pula.
  3. Bentuk tubuh ikan koi yang ideal adalah yang membulat dan kekar seperti bentuk torpedo. Biasanya ikan koi betina cenderung mempunyai bentuk tubuh seperti ini, sedangkan ikan koi jantan memiliki bentuk tubuh yang lebih ramping.
  4. Kualitas sisik sangat penting karena inilah hal pertama yang terlihat dari seekor ikan koi. Sisik ikan koi harus terlihat halus, lembut dan cemerlang. Ikan koi dengan kualitas yang seperti ini akan terlihat mengkilat dan cemerlang sehingga akan sangat indah bila di lihat.
  5. Warna ikan koi yang bagus adalah : warna merahnya tebal, putihnya seperti putih salju dan warna hitamnya pekat atau hitam sekali, begitu pula warna yang lainnya. Semua harus terlihat homogeny atau bisa dikatakan memiliki ketebalan yang sama.
  6. Sashi atau Kiwa yaitu batas antara dua warna yang tegas dan tidak ada gradasi. Misalnya antara warna merah dan warna putih harus tegas seperti ada suatu garis pemisah, tidak terjadi tumpang tindih dalam warnanya.
  7. Yang terakhir adalah pola, dimana pola ini merupakan bagian yang sangat subyektif, dimana hal ini tergantung selera pemilih. Walaupun pola merupakan poin terakhir dalam penilaian seekor ikan koi namun masih banyak hobiis ikan koi yang menempatkannya kedalam hal yang pertama, atau yang utama,hal ini disebabkan pola pada ikan koi ini berbeda-beda sehingga dapat dimaklumi sangat sulit mendapatkan ikan koi dengan pola yang istimewa.

Itulah prinsip dasar pemilihan ikan koi, semuanya kembali lagi kepada sang pemilih, sebab hali inilah yang membuat ikan koi menjadi indah, sebaik apapun seekor ikan koi, namun bila sang empunya menikmatinya akan terasa sangat indah baginya.

Share on Facebook1Tweet about this on Twitter0Share on Google+0Pin on Pinterest0Share on LinkedIn0Share on StumbleUpon0Share on TumblrDigg this

One thought on “Prinsip Dasar Pemilihan Ikan Koi

  1. Pingback: Ikan Koi Menyumbang Devisa Negara Rp 178 Miliar | Omtim Blog

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>