Beberapa Negara Hentikan Subsidi Perikanan

Setidaknya ada 13 negara melakukan inisiatif tentang pembekuan terhadap subsidi perikanan yang mengakibatkan penangkapan ikan yang berlebih (overfishing). Ke 13 negara-negara ini berharap dengan sikap mereka ini akan menginspirasi negara-negara lain terkait overfishing dan mempercepat negosiasi dalam Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) yang sudah berlangsung lebih dari satu dasawarsa.

Logo WTO

Isu Keamanan Lingkungan Menjadi Topik Hangat Dalam “WTO Summit” Desember ini di Bali

“Pernyataan ini menunjukkan sebuah pemerintahan yang berkomitmen memerangi dan mengakhiri penangkapan ikan secara berlebihan,” kata , John Tanzer, WWF Global Marine Programme Director dalam siaran persnya, Rabu, 4 Desember 2013.

Inisiatif ini disampaikan dalam konferensi tingkat menteri negara-negara anggota WTO kesembilan di Bali beberapa hari yang lalu. Menteri Perdagangan Norwegia, Selandia Baru, Argentina, Australia, Cile, Kolombia, Kosta Rika, Amerika Serikat, Ekuador, Islandia, Pakistan, Peru, dan Filipina berkomitmen bahwa negara mereka tidak akan memberikan subsidi baru jika subsidi tersebut akan memicu overfishing. Mereka juga akan menahan diri untuk memperluas program-program sebelumnya yang berpotensi sama buruknya.

Negara-negara yang dikenal sebagai “Friends of Fish” itu juga bersama-sama menyerukan penyelesaian secara cepat pembicaraan untuk mengadopsi aturan baru WTO yang melarang subsidi perikanan yang berbahaya.

“Sulit untuk mengerti mengapa tidak semua pemerintah mengambil sikap yang sama terkait subsidi tersebut,” ujar Tanzer. Apalagi sudah begitu banyak sektor perikanan yang telah dikuras dan tidak sesuai dengan prinsip pangan berkelanjutan pada masa lalu. “Saat ini sekitar satu miliar orang bergantung pada ikan untuk keamanan pangan mereka, subsidi yang hanya menguras stok ikan adalah sebuah bentuk kegilaan.”

Indonesia, dalam hal inisebagai tuan rumah pertemuan tingkat menteri-mentri WTO, juga berkomitmen untuk menyelesaikan beberapa Pedoman Subsidi Perikanan Nasional yang baru. Tujuannya adalah agar memastikan program-program dukungan pemerintah dapat mempromosikan pengelolaan perikanan yang ramah lingkungan, proses penangkapan ikan yang bertanggung jawab, serta penggunaan sumber daya perikanan secara optimal.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan, Gellwynn Jusuf, berkata bahwa konsultasi publik untuk melengkapi proses perampungan pedoman telah dilakukan pekan lalu. Gellwynn menyampaikan hal itu dalam salah satu sesi acara yang dihelat oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan dan WWF.

“Subsidi yang tepat dapat mendukung keberlanjutan dan pengembangan pengelolaan perikanan. Sebaliknya jika subsidi itu tidak tepat,akan merusak lingkungan” ujar Efransjah, CEO WWF-Indonesia, dalam acara tersebut. Pedoman Subsidi Perikanan Nasional yang baru, menurut Efransjah, merupakan langkah yang sangat penting dalam pembaharuan system perikanan di Indonesia.

Saat ini WWF telah bekerja selama lebih dari satu dasawarsa untuk mengakhiri subsidi-subsidi yang bertentangan dengan pengelolaan perikanan secara berkelanjutan. Namun para ahli memperkirakan bahwa subsidi perikanan yang mencapai puluhan miliar dolar masih digunakan setiap tahun tanpa memperhatikan dampaknya terhadap keberlanjutan sektor perikanan.

Adapun negara-negara yang saat ini tergabung dalam “Friends of Fish” telah berperan penting dalam mendorong aturan WTO yang baru untuk melarang subsidi perikanan yang berbahaya. Mereka juga mendorong penerapan kriteria keamanan lingkungan yang sangat ketat untuk setiap subsidi yang digelontorkan oleh pemerintah di dunia.

Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Google+0Pin on Pinterest0Share on LinkedIn0Share on StumbleUpon0Share on TumblrDigg this

One thought on “Beberapa Negara Hentikan Subsidi Perikanan

  1. Indonesia harus menolak penghentian subsidi bagi perikanan, jangan mau mengikuti negara lain, dinegara ini subsidi perikanan masih sangat kurang :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>