Pemerintah Akan Menambah Subsidi Pertanian Jika Dibutuhkan

Banyak yang beranggapan kebijakan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dalam Konferensi Tingkat Menteri ke-9 di Bali pekan lalu yang dikecam aktivis dan sejumlah pakar ekonomi akan membuka ruang impor produk pertanian dari negara maju. Dimana hasil dari konferensi tersebut memberikan peluang kepada negara berkembang memberikan subsidi hingga 15 % dari total produk pertanian nasional mereka hingga 4 tahun ke depan dan setelah periode itu selesai, tidak ada kejelasan apakah subsidi hanya dijalankan oleh negara miskin dan berkembang.

Subsidi Pertanian

Sawah merupakan sektor Pertanian di Indonesia Masih Butuh Subsidi Sampai Saat Ini

Bachrul Chairi, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri membantah kekhawatiran para aktivis dan pakar ekonomi tersebut. Dikarenakan, pembahasan tentang subsidi ini telah lama dibahas namun tidak pernah meraih kesepakatan di konferensi WTO sebelumnya. Justru, dengan adanya poin soal subsidi di konferensi Bali ini, maka posisi negara-negara berkembang dengan negara maju akan seimbang.

“Dimana negara maju akan mengurangi subsidi, negara-negara berkembang dapat melakukan subsidi dalam rangka ketahanan pangan mereka. Hal ini merupakan suatu kemajuan, karena selama 13 tahun terakhir, WTO tidak pernah membahas isu tersebut, posisi subsidi yang selama ini menguntungkan negara maju menjadi seimbang sekarang,” ujarnya selesai rapat di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (9/12).

Berdasarkan konferensi WTO pekan lalu, telah disepakati bahwa isu tentang subsidi akan dibahas kembali pada tahun tahun berikutnya, untuk mencari solusi permanen terhadap masalah tersebut. Bachrul meyakini, dalam pertemuan berikutnya, negara-negara maju khususnya Amerika Serikat akan memilih menghapus subsidi mereka atau akhirnya membiarkan negara miskin dan berkembang menerapkan subsidi 15 persen tanpa batas waktu yang ditentukan.

Dilain pihak, Chatib Basri, Menteri Keuangan mengatakan pemerintah tidak akan serta merta menaikkan subsidi pertanian meski WTO sudah menyepakati negara berkembang berhak memberi subsidi pertanian lebih besar hingga 15%. Ia mengaku masih akan mengkaji efektivitas subsidi tersebut terhadap pertanian kita.

“Kita akan lihat kedepannya bagaimana, ada kebutuhan atau tidak, sejauh mana efektivitasnya, begitu. Kalau tidak begitu, nanti semua akan diminta, yang tidak ada subsidinya akan diminta juga,” ujar Chatib ketika ditemui di kantornya kemarin (9/12).

Untuk menyukseskan program swasembada dan menjaga stabilitas stok pangan di negara kita, Chatib sangat setuju bahwasannya masih perlu ada campur tangan pemerintah dalam mendorong sektor pertanian. Akan tetapi, ia tidak menjelaskan lebih dalam mengenai hal tersebut. “Kalau untuk komoditas pangan, seperti untuk stabilisasi pangan, memang dibutuhkan (subsidi) misalnya seberapa besar subsidi tersebut,” ungkapnya.

Saat ini pemerintah memberi subsidi dalam bidang pertanian melalui subsidi pupuk, subsidi benih, dan beberapa subsidi lainnya untuk mendukung pertanian kita. Pemerintah juga mematok harga tertentu untuk komoditas strategis dan akan melakukan intervensi jika harga tinggi, misalnya pada beras melalui Perum Bulog.

Share on Facebook1Tweet about this on Twitter0Share on Google+1Share on LinkedIn0Pin on Pinterest0Share on StumbleUpon0Flattr the authorDigg this

One thought on “Pemerintah Akan Menambah Subsidi Pertanian Jika Dibutuhkan

  1. Wahai pemerintah, berilah PERHATIAN pada petani…
    Petani gak perlu subsidi pupuk, dll..
    Petani bisa beli pupuk bahkan tanpa subsidi..

    Yang perlu itu akses kepada lembaga keuangan, best international practices, hasil riset bibit2 unggul, penguatan kelembagaan, dll..

    Indonesia yang katanya negri agraris,
    tapi satu2nya yang bisa diberikan oleh pemerintahnya kepada petani adalah SUBSIDI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>