Pemanfaatan Limbah Produk Perikanan Sangat Minim

Industri pengolahan hasil sampingan (by product) sektor perikanan saat ini sedang tumbuh dengan cepat, namun teknologi dan pasarnya masih perlu terus dikembangkan, ucap Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) Saut P. Hutagalung dalam siaran persnya , Rabu 14 Agustus 2013.

Saut mengatakan indutri perikanan saat ini berkembang mengarah ke industri pengolahan hasil perikanan. Namun, perkembangan industri pengolahan ini khususnya pengalengan ikan serta pengolahan ikan lainnya seperti udang, kepiting, dan tuna menyisakan hasil sampingan berupa limbah yakni tulang, kulit, kepala, dan limbah cair dari proses pengolahan hasil perikanan tersebut. “Sayangnya limbah-limbah tersebut saat ini belum banyak yang termanfaatkan. Padahal limbah dari suatu proses pengolahan ikan tersebut dapat menjadi pemasukan sampingan produksi pengolahan dan tentunya akan memberi tambahan pendapatan bagi industri,” tandasnya.

Ia memaparkan sekarang pemanfaatan limbah produk perikanan seperti pada industri pengalengan ikan sangat berkembang di Jawa Timur. Di provinsi tersebut terdapat 25 industri pengolahan tepung ikan yang memanfaatkan limbah seperti tulang, kepala, dan ekor ikan. Pemanfaatan limbah-limbah tersebut memanfaatkan limbah yang berasal dari industri pengalengan ikan, dimana kapasitas pengolahan limbah ini yaitu 2 hingga 50 ton bahan baku berupa limbah-limbah industri perikanan per harinya. “Selain jadi tepung ikan, sebagian limbah sisa tulang dapat juga di olah menjadi pupuk. Sampai saat ini setidaknya sudah tercatat terdapat 6 usaha pengolahan limbah menjadi pupuk di Jawa Timur,” ujar Saut.

Selain pemanfaatan limbah industri perikanan menjadi pupuk, limbah tersebut dapat pula dijadikan produk minyak ikan. Dimana industri pengolahan minyak ikan saat ini sudah mulai berkembang. Sampai berita ini ditulis sudah terdapat 9 usaha pengolahan minyak ikan di Jawa Timur dengan kapasitas 1 hingga 15 ton minyak ikan per bulannya. Selain itu pengolahan hasil sampingan industri fillet ikan nila dinilai Saut juga berkembang dengan pesat. Bahkan komoditas ini dapat dimanfaatkan hingga nyaris tanpa limbah, karena hampir semua bagian ikan tersebut dapat digunakan menjadi beberapa produk unggulan. Semoga kedepannya diharapkan semua jenis komoditas perikanan bisa diolah seperti ikan nila sehingga hampir tidak ada lagi limbah hasil produk perikanan yang menumpuk serta mengganggu.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *